Kamis, 04 Oktober 2012
Menjaga Anugerah
24
Senin, 01 Oktober 2012
Bunuh Diri
Sabtu, 25 Februari 2012
Setahun Di Padang Itu....Kering..
Dulu aku pinginnya kerja di tempat yang nyaman seperti Yogyakarta, tapi sayang rejeki ku hanya berhenti sampai bisa menyelesaikan kuliah di sana. Lanjut ke tahap berdikari, Allah menerbangkan ku tanah yang bernama Padang..
Baru kali ini aku mau menuliskan tentang kota ini, karena banyaknya hal yang tidak menyenangkan, dan bingung apa yang harus ku ceritakan. Aku merasa karir ku untuk menjadi orang gila terhenti sejenak, dan berada di sini, seperti mendapatkan terapi kejiwaan.
Bayangin dong, masa’ untuk internetan aja sinyalnya mati hidup,,,Blackberry pake ilang, sial!!! Padahal ane butuh banget sama Internet..huh...
Terus makanannya gitu-gitu aja lagi, enggak ada ramen, sushi, sayur bening aja jarang banget ketemunya.
Jujur aja sekarang lagi berjuang keras untuk menumbuhkan harapan hidup!!Ada beberapa harapan hidup yang Allah Kasih sama aku. Alhamdulillah. Pertama, AKU BISA NONTON LARUKU TANGGAL 2 MEI NANTI DI JAKARTA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! YA ALLAH IT’S SUCH IMPOSIBLE TO GET THIS OPPoRTUNITY
Yang kedua, semoga usaha ku dalam memperdalam bahasa Inggris bisa tercapai, harus belajar matematik pula, statistik pula, yang sumpah yah...ane hindarin banget nyang namanya matematika itu. Jadi tahukan sekarang alasannya masuk psikologi itu kenapa? Eh, ternyata ketemuan yang beginian juga di sana...ya udahlah harus nyerah dengan istilah Math does exist everywhere.
Yang ketiga, sering berkunjung ke twitter and facebook, jadi bisa tahu what’s on earth?
Beneran udah mulai bosan banget di sini, berasa ga ada yang bisa gue lakuin, berasa bego banget pula, berasa enggak berguna juga, berasa kebas juga, berasa apalagi?
Kalo gue balik ke Jakarta akankah gue mendapatkan jawaban? Enggak juga, bonyok tetep sibuk sendiri, but I know they still keep their eyes on me... and satu lagi yang bikin gue malas, mereka tetap menginginkan gue punya pasangan hidup.
Yah, siapa sih yang enggak kepingin punya pasangan hidup, tapi kan juga enggak segampang nyari upil di idung terus dapet. Buat urusan yang satu ini memang gue beneran hati-hati banget karena takut. Sudah,,,,stop bahasan ini. Gue butuh bahasan yang lebih intelektual *najis*.
Huga, he has his own world.
I’m missing my old friend in Yogya n Jakarta.
Oh ya, Titi has living in Bontang about a month. She has started boring, once she called me told to me as she were crying.
Urgh..there are many ways, to drop down your spirit of live, and it needs mind-fight to keep positivity.
Enggak enaknya idup di sini yaitu enggak ada yang namaya twenty one,,,,haduh,,,hasrat hedonisme gue beneran terkekang di sini.... Argh...beda banget pokoknya sama di Yogya, atau Jakarta,,,
Yang bikin sedih lagi sih, karena di sini budayanya udah banyak yang tergerus. Yah, enggak tahu juga ya,,,mungkin karena gue idup di pinggiran kotanya bukan di desa.
Alhamdulillah di sini masih dikasih teman yang bisa diajak jalan walaupun enggak sealiran kegilaan. Mereka Anis Nur Afifah, Istiqomah Nurhayati, Mas Dwi Mariyanto, and Mas Rahmat Widodo. Satu kesamaan kami yaitu, kami berdarah dari tanah Jawa. Paling enggak bisa untuk bertukar pikiran beberapa hal.
Aku BOSAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Hah,,,,derita orang Ansos seperti aku.
Rabu, 18 Januari 2012
Appreciate Simplicity
Once, as I stayed in Yogya, I passed a kid maybe he was around 6 or 7 years old. I was jogging when he saw a bright sky with the moon still existed.
“Mom, there is still a moon at the sky,” said it with excited feeling.
Hei kid, what’s problem with the moon, it just another common natural event. Yep I said loudly to him in my heart.
He still amazed with the natural event, and I deemed it with flat face.
Kid, you can hit something in front of you, if you don’t walk appropriately. Yep I said it when I stared the sky as well. *So who is the moron one right now?*
I found the moon with half form and began shading because its light failed to conquer the sun’s smile. But I could see the holes just like my face. If I were there, I would jump just to know how high I could reach.
I started grow up amazing feeling. Second and second just passed like a wind and brought me to stand up in his shoes
“I would be more naive if I were on his age.”
The feeling still memorise in my long term memory, recognising common object as a new one.
Years I’ve been passing make me resist and difficult to identified the beauty of simplicity. Every little thing that I see, hear, touch, in million times can be a new one in next second.
Thanks God you had taught me one think, and thanks to chubby kid, I wish I could pinch your cheek for once :D.
Senin, 07 November 2011
Damn!!! I miss him.........
Kita ga pernah ngomong layaknya kayak aku ke mama, iya kan? Bahkan kita sering berantem...
Kita sering merendahkan arti diri kita satu sama lain...
Ternyata dengan adanya ketidakpastian ini, ketidakpastian akan seperti apa masa depan keluarga kita, rasa itu datang..
Rasa menginginkan satu sama lain berada didekatnya,,,
Tanpa kata, rasa rindu itu semakin kuat lewat perilaku nonverbal...
Sedih waktu pulang ke padang, diri mu ga ada, aku merasa ditinggalkan..
tapi suka cara papa pas ke kamar ku... terus matiin lampu biar aku tidur lelap...padahal sih jelas2 aku ga bisa tidur dalam kegelapan...takut aja...
jujur aja sih aku sebel sama papa, karena aku tidak merasa dibimbing untuk jadi orang dewasa yang seharusnya...
ketika aku menulis ini perih bgt rasanya..ada kangen yang tak terlukis,,
Lain ketika aku inget mama, air mata masih bisa ku tahan,,,
Aku harap papa baik2 aja n bisa masuk surga hehehehe,,,,,
I now you see me in your silent, so do I. Aku benar2 cetakan mu yah...
Hope I can learn something from you about this life.. I know you are not mature enough although you are getting older day by day...
I wish the best for us....
from your neurosis daughter
Rabu, 22 Juni 2011
Unspeakable
Hanya bisa menarik nafas dalam2 supaya bisa ternetralisir dengan sendirinya...
Di saat ini aku butuh sahabat...
Bukannya mereka ga ada untuk aku,,
Tapi aku ga mau membebani mereka lagi...
Masalah mereka sudah berat, jangan ditambah lagi...
Aku sayang sahabat ku...